Ibu Atika bertemu dengan Pengarang terkenal Indonesia dan bertanya kepadanya.
Ibu Atika : "Coba anda terka, berapa umur saya?"
Pengarang : "Kalau saya perhatikan gigi Ibu yang yang terawat baik, saya taksir Ibu paling-paling 18 tahun. Tapi melihat rambut Ibu yang masih hitam dan indah, Ibu mungkin tak lebih dari 22 tahun. Dari kulit Ibu yang masih mulus ini saya kira Ibu 19 tahun."
Begitu senangnya Nyonya itu mendengar jawaban si Pengarang.
Tapi tiba-tiba si Pengarang tersebut kemudian menambahkan : "Yah, bisa saya simpulkan umur Ibu kira-kira 18 + 22 + 19 atau sama dengan 59 tahun."
Selamat Datang Di Blog "Bunda Noer"
Archive for Januari 2010
Pengarang Menerka Umur
.
Tips Menghindari Pembobolan ATM
.
Karena banyak terjadi kasus pembobolan dana lewat ATM, berikut adalah tips bagi anda sebelum mengambil uang di ATM.
1. Cari mesin yang mulut mesinnya berwarna ijo. Kalau nggak ada, coba cari warna pink. Kalau nggak ada juga, coba cari warna biru. Kalau nggak ada juga, mungkin anda lagi di wartel bukan ATM.
2. Masukin ATM bank lain, untuk menipu penyadapan pin anda. Siapa tahu keluar juga duitnya.
3. Coba bicara dulu sama mesin ATM-nya. "Elo disadap nggak?" Kalau dia bilang nggak, ambil dah.
4. Coba tes masukin KTP anda dulu, kalau tiba-tiba fotonya keluar beda. Berarti itu disadap!
5. Bungkus kartu ATM anda dengan kondom untuk mencegah kebocoran/penyadapan.
Selamat Mencoba.
Kelelawar Beda Jurusan dengan Tikus
.
Malam itu di sebuah got ada seekor ibu tikus dan seekor anak tikus, Mereka sedang mengobrol di pinggir got.
Anak tikus melihat seekor kelelawar terbang di atasnya dan kemudian bertanya pada ibu tikus.
"Ibu, apa itu yang di atas?"
Sang ibu tikus pun menjawab, "Ooo ..., itu kelelawar namanya ...."
Si anak tikus pun bertanya lagi, "Kok wajahnya mirip kita?"
Sang ibu menjawab, "Sebenarnya kelelawar itu masih sebangsa dengan kita ..., tapi dia ambil jurusan penerbangan...!!!"
Latar Belakang Pembuatan RPS
.
Manusia memiliki potensi fisik dan non-fisik. Secara fisik manusia memiliki keterkaitan sistem dengan alam sehingga selayaknya manusia mengembangkan potensinya untuk memelihara kelestarian fungsi-fungsi alam.
Potensi itu dibangun oleh pengetahuannya, sikap hidup maupun ketrampilannya. Ketajaman pemahaman dan kearifan tentang substansi kehidupan itu harus tumbuh melalui pendidikan. Lingkungan sekolah diharapkan dapat menfasilitasi potensi-potensi kemanusiaan secara optimal dan berkembang secara alamiah. Sekolah menjadi wahana pengembangan kesadaran dan keyakinan ketergantungan antar unsur-unsur sistem alam dalam upaya pemberdaya, penyelaras dan pelestari lingkungan.
Potensi manusia lainnya adalah potensi non-fisik. Manusia memiliki ruh, diperlukan keterpaduan keyakinan spiritual keagamaan dan pemahaman mendalam tentang kealaman. Etika, moral yang dilandasi nilai-nilai agama tidak hanya diperlukan pada saat manusia menghubungkan dirinya dengan Tuhannya, namun juga diperlukan pada saat manusia memperlakukan dunia sekelilingnya. Sekolah dapat memfasilitasi siswa mengembangkan kecerdasan spiritual, intelektual, moral, sosial , seni secara menyelutuh dan terpadu yang dapat menunjang pengemabangan potensi non-fisiknya.
Secara filosofis pendidikan merupakan upaya mewariskan pengetahuan dan ketrampilan. Pengetahuan dibangun melalui upaya menumbuhkan partisipasi secara langsung dalam bentuk belajar dan ketrampilan diperoleh melalui latihan yang terulang.
Agar pendidikan mencapai tujuan, maka keseluruhan prosesnya harus terencana. Ini merupakan penegasan bahwa terdapat perbedaan antarapendidikan non formal dan formal. Pengalaman adalah guru yang baik. Setiap orang dapat belajar dari pengalaman, namun pengalaman yang didapat dari berbagai peristiwa tidak terencana kejadiannya. Berbeda dengan pendidikan yang dilaksanakan secara formal; tujuan, cara dan sasarannya telah ditentukan sesuai dengan tuntutan, keinginan dan perubahan zaman.
Secara yuridis seperti dijelaskan dalam USPN No. 20 tahun 2003; Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran, agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensinya dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara.
Dalam kepentingan kehidupan manusia, pendidikan harus dapat berperan untuk dapat meningkatkan mutu kehidupan yang lebih baik. Untuk mencapai itu semua, maka secara umum pendidikan perlu berlandaskan pada 4 (empat) pilar pondasi belajar, yaitu:
Learning to know; belajar untuk memahami
Learning to do; belajar untuk berbuat
Learning to live together; belajar untuk hidup dalam kebersamaan
Learning to be; belajar untuk membangun dan mengekspresikan jati diri yang dilandasi ketiga pilar sebelumnya
